Cari Blog Ini

30 Januari 2017

Membersihkan Broken Link, Salah Satu Cara Mudah Menaikkan Skor Page Authority Blog

Januari 30, 2017 14 Comments
Sumber dari pixabay.com

Awalnya, saya cuek bebek dengan segala macam skor. DA, PA, PR..terserah lah mau berapa nilainya. Nulis, ya nulis aja. Yang penting saya punya aktivitas selain momong anak, nyetrika, dan beres-beres rumah. Tapi semenjak pindah dari domain gratisan (blogspot) ke top level domain akhir Oktober tahun 2016 kemaren, dan mulai banyak ngisi form-form yang mensyaratkan angka-angka minimal untuk skor DA dan PA, mau tak mau saya mesti peduli dengan angka. Untuk DA, mungkin karena makai akhiran my.id, skor DA langsung lumayan tinggi (level tertinggi yang pernah saya capai 63, pas rajin update). Tapi untuk PA, sekian lama memprihatinkan. Meski sudah update, tetep dilevel angka 1.

26 Januari 2017

Pelihara Hewan Peliharaan, Ya atau Tidak?

Januari 26, 2017 11 Comments
ikan di kolam
Ikan nila

Punya hewan peliharaan di rumah? Saya punya. Awalnya 3 jenis, yakni ayam, ikan, dan kucing. Tapi entah kenapa, setiap miara kucing endingnya selalu sama, ilang. Entah kemana. Sekarang tinggal dua macem, ayam dan ikan. Nggak banyak, tapi lumayan buat kegiatan.

Sst... sebenarnya saya punya misi khusus juga saat memutuskan untuk menambah anggota keluarga, dengan memelihara hewan peliharaan. Meski belum berjalan sesuai harapan, tapi  saya percaya kok, ada beberapa manfaat yang diperoleh anak-anak dengan adanya hewan peliharaan. 

25 Januari 2017

Lagi Takut Sama Belek.

Januari 25, 2017 5 Comments


Bener, ini sekedar postingan curhat. Berhari-hari bersihin broken link di blog yang ternyata luar biasa banyak, dan akhirnya selesai juga. Tapi ini ada satu PR..lagi berusaha menjauh dari salah satu penyakit mata.

Awalnya, saya mengira kalau musim hujan seperti ini, yang banyakan muncul adalah virus flu atau masuk angin. Efek kedinginan. Tapi ternyata anggapan saya salah, karena tempo hari saya menjumpai ponakan, Ra duduk di depan pintu rumahnya, disaat anak-anak lain sibuk di sekolah. Rumah kami memang bersebelahan.

Saya : kok nggak berangkat, libur?
Ra.    : beleken...

20 Januari 2017

Mesti Minum Obat Maag dan Suplemen Asam Lambung Tiap Hari? Percayakan pada Colidan!

Januari 20, 2017 13 Comments


"Aku nggak minum kopi..suka sih, tapi nanti maagku kumat"

"Nggak kuat makan pedes..lambung suka nggak nyaman setelahnya"

"Aku selalu mual kalau habis makan yang asem-asem...kayaknya lambungku bermasalah deh"

Beberapa kali saya ketemu teman-teman dengan curhatan serupa. Intinya mereka mengalami gangguan pada lambung, atau familiar dengan istilah penyakit maag, hingga kemudian terpaksa harus menghindari jenis minuman atau makanan tertentu.

17 Januari 2017

Maen Ke Semarang? Ngadem dulu di Umbul Sidomukti

Januari 17, 2017 16 Comments
Umbul Sidomukti Semarang
Umbul Sidomukti

Ke Semarang? Ngadem dulu di Umbul Sidomukti. Sebenarnya udah dari dulu banget saya penasaran dengan tempat ini, tapi selalu maju mundur cantik setelah baca beberapa blog yang bilang medan untuk ke sana lumayan sulit. Jalan sempit, berkelok, dengan jurang di samping. Aduh, ngebayangin udah ngeri duluan. Tapi lama-lama kok penasaran, buktiin sendiri ah!! Saya mah, enak tinggal duduk. Yang stir pak suami kok.

Umbul Sidomukti sendiri terletak di Desa Sidomukti, Bandungan, Semarang. Untuk rutenya, cari via google maps ato app navigator , pasti ketemu. Jadi sebenarnya, obyek wisata alam ini bisa jadi satu paketan wisata dengan Pasar Bandungan, Candi Gedong Songo, sekalian Umbul Sidomukti. Wisata belanja-wisata sejarah-wisata alam pegunungan, klop!! Tapi di kunjungi sendiri-sendiri satu obyek satu hari juga Ok, lebih puas malah.

13 Januari 2017

Perkedel Mie dengan Bakmi Mewah

Januari 13, 2017 10 Comments

Mie instant, hampir semua rumah tangga saya kira mengenalnya. Meski bukan termasuk "pecandu" mie instant tapi tiap bulan jenis mie ini ada dalam daftar belanjaan saya. Kenapa? 

Pertama, praktis, karena dalam setiap kemasannya mie instant sudah dilengkapi bumbu, bahkan pelengkap sekaligus, misalnya sayuran kering, atau bahkan topping. Karena itu, mie instant sangat pas saat dalam situasi yang mendesak. Kedua, mie instant itu identik dengan cepat, dalam hal ini lebih pada proses pemasakan. Untuk mengolah mie dengan cara masak standard (goreng/rebus) total waktu yang dibutuhkan mungkin cuma 5 menit. Ketiga, ini tak kalah penting, yakni  terjangkau, dalam hal ini berkaitan dengan budget rumah tangga alias harga.  Harga untuk sebungkus mie instant, bisa dikatakan terbeli untuk semua kalangan.

9 Januari 2017

Enaknya Gelar Tikar, Lesehan di Hutan Pinus Mangunan

Januari 09, 2017 18 Comments
hutan-pinus-mangunan
Pas hari libur, hutan ini rame banget. 

Di Jogja dan sekitarnya, hutan pinus Mangunan, belakangan ini memang lagi nge-hits banget jadi tempat dolan favorit keluarga. Hutan ini terletak di wilayah Mangunan, Dlingo, Bantul. Untuk bisa ke sana, paling tidak ada dua jalur, dari Jogja melewati Imogiri atau jalan Wonosari naik ke arah Patuk, trus belok kanan ke arah Dlingo...yang nantinya bakal tembus Imogiri juga. Untuk detailnya, bisa minta bantuan aplikasi navigator atau tanya penduduk sekitar.

Hutan Pinus Mangunan Dulu dan Sekarang

Saat yang jaya masih friendster, instagram dan facebook belum lair, saya malah sempat beberapa kali lewat jalanan di tepi hutan ini..dan dulu ya hutan biasa. Hutan homogen dengan tanaman jenis pinus merkusii  dan merupakan bagian dari Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan ini ya difungsikan sebagai hutan lindung saja, bukan tempat wisata. Pokoknya belum keliatan istimewa, paling liatnya  anak-anak ABG pada nongkrong-nongkrong di atas motor, di tepi hutan. Tapi semenjak ada instagram dan pada sadar kalau hutan pinus itu instagramable, wuih makin rame aja ini hutan. Apalagi posisinya memang berada di ketinggian, jadi bisa menikmati panorama Jogja bagian bawah dari kawasan Mangunan ini.

"Dek..besok mau ngajak simbah maen ke hutan pinus, gabung nggak." 

Pesan dari kakak, beberapa hari menjelang pergantian tahun.

"Boleh mbak". 

Dan ngakak habis saat Alya saya kasih tau, 

"Nok, besok kita mau ke hutan, sama simbah..sama Bude, Pak dhe..sama mas Pram, Dika, mau Kan..?

"Mau..tapi kita tidak akan tersesat kan?"

Hi..hi, Alya masih bayangin hutan Mangunan itu seperti hutan lebat, sepi, gelap, seperti yang di film-film ternyata 😆

Dan eksekusinya pas Taon baru 2017, kami ke hutan Mangunan beneran. Rame-rame! Untuk nyampe kesana..perjuangannya lumayan juga. Beberapa kali terjebak kemacetan panjang menuju lokasi, padahal medan jalan naik-turun-mbelok. Bersyukur aja, mobil bisa sampe hutan pinus dengan sehat-selamat, soalnya sekitar 5 km menjelang lokasi...banyak banget liat mobil yang mesti berhenti di tengah jalan, entah karena kudu ngadem mesin. Bau kampas kopling yang terbakar juga dominan banget hari itu.

Dan begitu sampai hutan gilaa....pas taon baru, hutan Mangunan, Dlingo malah kayak pasar. Rame banget! Di sini pengunjung nggak harus beli tiket untuk masuk, cuma kena charge biaya parkir aja, 10.000 permobil. Itungannya murah banget, apalagi kalo buat mobil mpv yang bisa keisi 7 atau bahkan lebih.

Kalau tujuannya ke hutan untuk tujuan menyepi, cari keheningan...saran saya mending jangan pas libur nasional. Tapi kalau sekedar pengen nikmati liburan, cari suasana baru..ya hari apapun bisa. Orang space hutannya besar...jadi tetep aja ketampung kalau cuma mau gelar tikar, lesehan, trus makan.

suasana-hutan-pinus-mangunan
Kalau yang bawa anak kecil, ajak orang tua..ya standarnya gini aja, gelar tikar..makan..ngobrol..leyeh-leyeh sambil menikmati suasana

Selain menikmati suasana baru, rata-rata yang datang ke sini, tujuan utamanya berfoto. Beberapa spot foto sudah disediakan oleh pengelola. Tapi spot-spot yang paling laris, tentu saja yang model-model rumah pohon.

spot-foto-hutan-pinus-mangunan
Gardu pandang, sekalian rumah pohon
Di hutan ini, nggak perlu khawatir tersesat juga, karena untuk rute-rute yang bisa dilewati pengunjung, sudah ada jalan setapak, dan seandainya jalan cukup terjal maka sudah dilengkapi anak tangga yang dibuat dari kayu. Rambu-rambu petunjuk jalan, penunjuk lokasi, juga sudah cukup banyak. Untuk kenyaman pengunjung, di sekitar hutan juga sudah dilengkapi dengan warung-warung makan, sarana MCK, dan juga musholla. 


Watu Tumpang

Apaan itu? Saya penasaran juga dengan salah satu penunjuk lokasi di salah satu sudut di hutan Mangunan ini yang mengarahkan pengunjung untuk ke Watu Tumpang. Watu, dalam bahasa Indonesia, adalah batu. Jalan untuk menuju ke sana, jalan setapak kecil dan  menurun, tapi tidak terlalu curam. 

Jalan untuk menuju watu tumpang

Setelah mengikuti jalan setapak sekitar 500 meter, bongkahan batu besar ada di hadapan saya. Upps..tunggu, ada dua buah batu dengan posisi saling bertumpangan. Satu batu kecil di bawah, dan diatasnya, batu berukuran besar. Posisi batu itulah yang kemudian melahirkan nama "Watu Tumpang".


watu-tumpang-hutan-pinus-mangunan
Ini watu tumpang
Masyarakat sekitar percaya, ada legenda dibalik keberadaan batu ini. Konon, saat Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar syiar agama Islam di daerah ini, mereka dihadapkan pada masyarakat yang masih sulit mempercayai keberadaan Tuhan. Karena itulah, dua ulama ini berdoa, meminta Tuhan agar Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Dan batu inilah salah satu jawaban. Bahwa atas kuasa Tuhan, batu besar mampu bertumpu diatas batuan kecil. Atas kuasa Tuhan juga batu ini tidak bergeming posisinya meski telah terkena goncangan gempa. Begitu ceritanya.. 

Mau percaya atau nggak, itu terserah aja, namanya juga legenda. Yang jelas, kalau mau sekedar cari suasana baru, deket-deket sama alam, kangen sama aroma-aroma alam yang seger..datang aja ke sini. Kalau mau nggak terlalu rame, ya pas nggak musim liburan. Ok?!

6 Januari 2017

Main di Cimory, Ternyata Nggak Cuma Nengokin Sapi.

Januari 06, 2017 16 Comments
Tiket @10ribu, pasangin gelang, dapet kupon untuk ditukarkan dengan produk cimory

Bukan hanya Merk Yoghurt di Swalayan

Awalnya, taunya saya tentang Cimory..ya merk yoghurt yang banyak di jual di supermarket. Nggak salah banget sih..tapi ternyata ada yang lebih "luas" dari sekedar yoghurt botolan, yakni salah satu resto yang berada di Jl. Bawen, arah Semarang-Jogja.

Cimory on the Valley Resto, begitulah nama yang terpampang di depan bangunan gede, dengan warna khas sapi putih-hitam. Katanya, Cimory ini sudah ada sejak tahun 2013, tapi saya ngertinya baru tiga tahun kemudian, itu juga karena dari arah Jogja kebablasen pas mau ke arah Candi Gedong Songo. Terus terang, saya kurang suka hal-hal ataupun makanan yang berbau susu, jadi awalnya memang hanya sekedar lewat aja. Tapi setelah nyari-nyari info,  di Cimory ini ternyata nggak cuma resto dan toko, tapi ada juga arena bermain dan wisata edukasi untuk anak-anak. Waa, asyik tuh! Dua bocil saya harus tau..

Follow Us @soratemplates