Skip to main content

4 Hal yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan dengan balita



🎶"Libur tlah tiba..libur tlah tiba..hore!..hore!"🎶

Mendadak ingat lagunya Tasya pas dia masih imut. Saya suka lagu itu, termasuk pipi penyanyinya yang gembil-gembil lucu.Tapi bener, ini bukan mo ngomongin lagunya Tasya kok. Tentang liburan anak-anak yang sudah dimulai minggu ini.

"Kamu enak..setiap anak dan suami libur..jalan-jalan mlulu.."

komentar seorang teman, yang sering nge-like status di medsos saya. Lha iya, wong status fb saya isinya update an blog dan biasanya saya pilih yang bagian jalan-jalan dan makan-makan. Coba kalau nulis statusnya aktivitas saya dari Senin sampe Sabtu..pasti isinya tak jauh dari acara momong anak, masak, dan beberes rumah...hi..hi😀😀


"Repot nggak ngajak anak jalan? Aku kok males pergi-pergi..lha kalo mbawa anak balita, sama aja..cuma momong tapi pindah lokasi."

Pernah juga ada pertanyaan seperti itu. Jawabannya, relatif. Kadang repot, kadang biasa aja. Tapi untungnya ada pak suami yang mau berbagi tugas handle anak. Soal "tetep momong tapi pindah lokasi"..ya, itu sudah lumayan, daripada nggak pindah, alias di situ-situ mlulu. Bosan di saya donk, liat tembok rumah mlulu! Sesekali Ibu-ibu juga butuh suasana beda.

Tapi sebenarnya,  yang namanya orang tua dengan balita, pasti kalau buat event keluar rumah pasti penuh dengan kompromi. Kompromistis habis. Belajar dari kondisi dua bocil yang semuanya masih berstatus anak-anak, beberapa faktor ini masih tetep jadi bahan pertimbangan:

1. Jarak rumah-lokasi tujuan liburan
Sebenarnya ini bisa disiasati dengan jenis kendaraan yang dipakai. Tapi, dalam hal ini saya ngomongin jenis kendaraan darat aja. Soalnya itu jenis kendaraan sejuta ummat. Ini terkait erat dengan daya tahan tubuh anak saat menempuh perjalanan. Kalau si anak adalah tipe yang tahan banting, bersyukurlah. Tapi ndilalah dua anak saya tipe yang berbeda. Si sulung punya bakat mabuk kendaraan, sementara si kecil adalah tipe anak susah makan saat sedang bepergian. Kalau sudah begitu, langkah komprominya adalah menghentikan kendaraan saat sulung sudah mulai pusing atau mual. Nyari udara segar sesaat, kalau semuanya sudah normal, baru melanjutkan perjalanan. Untuk si kecil yang tiba-tiba jadi susah makan kalau di tempat baru? Banyak bawa cemilan. Biasanya selain cemilan ringan, saya bawa juga cemilan berat semacam roti  yang bisa mengenyangkan.

2. Fasilitas di tempat/ lokasi tujuan
Biasanya saya nyari tempat tujuan yang selain bisa di terima dunia "dewasa" tapi menyenangkan juga untuk anak-anak. Misalnya saja wisata candi, tapi tetep ada arena bermain. Saya pernah nemu ini di candi Songo, Semarang. Kalau tujuan pantai, agar anak-anak betah, biasanya saya nyelipin sendok dan beberapa wadah kecil-kecil, biar anak-anak bisa enjoy main pasir sambil mbuat sesuatu, istana pasir misalnya. Sebisa mungkin juga nyari tempat yang sudah lumayan ramai pendatang, karena kalau terlalu "perawan" nantinya malah susah nyari toilet, warung makan, dan juga parkiran.


3.Tipikal anak saat di tempat tujuan.
Beruntung karena anak-anak saya adalah tipe anak yang lumayan betah saat bepergian. Cuma tantangan terberat adalah saat nemu pedagang mainan. Untuk kasusnya Alya, yang paling nyebelin adalah saat ada pedagang mainan, ia pasti akan merajuk dibelikan. Begitu terus, dan terus meminta sampai dikabulkan. Eh,..begitu dibelikan, mbingungi ngajak pulang, mau segera main dengan mainan barunya. Ini yang paling sering meng-gagal totalkan acara jalan-jalan.


4. Keamanan
Kalau di tanya, ngiler ndak lihat foto-foto instagram dengan tempat-tempat liburan baru yang menantang? Ya jelas kepengen. Kadang tertantang juga untuk nyoba jalan-jalan di ketinggian, berswa foto di Kalibiru Kulon Progo misalnya, tapi tetep aja kepikiran faktor safetynya anak-anak. Pengen sekali-kali rafting di sungai Elo Magelang, tapi pasti Alya dan Raka belum mau, karena takut. Pernah juga pengen nyobain wahana bermain yang tergolong ekstrim, tapi kalau cuma sendiri...kayaknya nggak seru juga. Intinya, kayaknya harus sabar dulu, nunggu anak-anak lumayan gede (lhah..tapi nanti ayah-ibunya keburu tua dong)

Betewe, ini postingan curhat atau berbagi tips ya.. Dua-duanya aja. Btw, selamat menikmati liburan (anak-anak) temans..semoga liburannya penuh berkah dan manfaat.


Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah krm sdh ngajak krucils liburan dan seseruan

    ReplyDelete
  3. Kalau anak masih kecil, mungkin enaknya ke taman bermain ya? atau bisa jadi ke Pantai. Tapi memang dengan satu catatan, mesti deket dari rumah. Takutnya anak-anak gak betah, terus mabok perjalanan.

    ReplyDelete
  4. Anakku yang paling kecil suka banget diajak jalan2. Anteng dan tidur di sepanjang perjalanan. ^_^ Nggak rewel.

    ReplyDelete
  5. Memang hal itu harus diperhatikan. Apalagi kalau anaknya masih balita

    ReplyDelete
  6. Pengen ajak anak2 liburan lagi jadinya. :'D

    ReplyDelete
  7. Paling suka berlibur ke wisata edukasi. :)

    ReplyDelete
  8. Aku jg pnh tuh bawa ketiga anakku dr aceh- prkanbaru via darat. Kirain bakal protes kecapean, eh ternyata malah seneng banget, ga hbs2 energinya cekikikan mlulu di mobil. Dasar anak2 ya..hehehhehe. Selamat liburaaaan. Mari bersenang2..

    ReplyDelete
  9. baiknya memang memilih lokasi wisata yang sesuai dan bersahabat dengan anak-anak yaa Mba :)

    ReplyDelete
  10. Iya, aku juga bersabar dulu kalau mau swafoto di tempat yang belum ramah anak,

    ReplyDelete
  11. Susah-susah mudah ya kalo jalan-jalan bawa anak. Kadang si anak soleeeh banget. Kadang pula rewel. Tapi dengan kita siap segala sesuatunya, risiko bisa diminimalkan...

    ReplyDelete
  12. Iya sebenernya asal dibawa santai dan ga wajib perfect 😁 misal biasanya sehari bisa jalan ke 4 lokasi, ya bikin aja 2 lokasi. Enjoy holiday, mba 😁

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  14. Musim liburan mba. Banyak foto liburan seru, bagus, bikin ngiler.
    Aku kalau liburan sama anak-anak, nggak bisa terjadwal. harus bisa menyesuaikan dengan kondisi mereka.

    ReplyDelete
  15. "kalo mbawa anak balita, sama aja..cuma momong tapi pindah lokasi."

    iya banget itu haha...

    heeh ya, kalau terlalu perawan bisa jadi repot dewe untuk urusan BAB, BAK.

    ReplyDelete
  16. Anak-anak biasanya suka tempat bermain yang ada airnya ya mbak. Misalnya kolam renang atau pantai. Meskipun pengawasannya juga harus ekstra hati-hati apalagi anak yang balita :)

    ReplyDelete
  17. Alya lucu ya Mbak, jadi gagal liburan doong klo udah ketemu penjual mainan :D

    Makasih tipsnya Mbak ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin