Cari Blog Ini

16 Februari 2020

Hobi Kulineran? Yuk, jadikan Wisata Kulineran Makin Mudah dan Menyenangkan dengan Traveloka Eats

Februari 16, 2020 28 Comments

Saya sering senyum kalau  ingat kebiasaan sebelum  acara piknik saat masih sekolah. Ibu hampir selalu menyiapkan bekal makanan untuk anak-anaknya. Logis juga alasannya, takut mereka lapar karena nggak nemu tempat yang bisa digunakan untuk njajan.  Lha iya, wong jaman dulu belum ada Traveloka Eats! 



Sekarang saya hampir tidak pernah membawa banyak perbekalan saat hendak bepergian. Cukup seperlunya saja. Saya sadar, sudah terjadi pergeseran terhadap prilaku masyarakat dalam memaknai aktivitas wisata atau plesiran.

Kalau era tahun 80 atau 90 an,  titik berat dari aktivitas wisata adalah kegiatan yang bertujuan pergi ke suatu tempat baru. Rata-rata tujuan utamanya untuk mencoba/ menikmati suatu lokasi/atraksi seni. Belakangan, konsep wisata pun makin berkembang. Tak hanya fokus pada tempat/lokasi, hampir semua wisatawan melengkapi perjalanan mereka dengan  melakukan wisata kuliner. 

Meski acara pokok dari wisata kuliner “hanya” makan atau minum, namun jangan salah! Aktivitas ini juga memiliki banyak manfaat di kedua belah pihak, baik penyedia produk konsumsi maupun pembeli.

Dari kacamata konsumen, wisata kuliner selain mengenyangkan perut juga bisa membuang rasa jenuh. Wisata kuliner akan mengajak kita pada suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Nggak bisa membayangkan kan, kalau misalnya dari 7 hari dalam seminggu masing-masing dari anggota keluarga hanya melakukan hal yang sama dan berulang? 

Kedua,  wisata kuliner mengenalkan banyak rasa,  mengurangi anak dari sifat pemilih makanan. Ini catatan penting untuk para orang tua. Saya merasakan dua anak dengan treatment yang berbeda, ternyata outputnya berbeda pula. Dalam hal selera, sulung saya termasuk picky karena sejak kecil ia tidak mengenal banyak rasa, berbeda dengan adiknya yang memiliki selera lebih variatif, bisa jadi karena sejak kecil ia lebih banyak mengenal rasa.

Ketiga, menjaga warisan budaya bangsa. Tanpa maraknya wisata kuliner seperti sekarang, bisa jadi keberadaan mie lethek, gudeg manggar, sate klathak, dan juga banyak menu-menu kuliner lokal hanya akan tinggal kenangan. Dengan mengenal, merasakan kembali dan menjaga keberadaan berbagai warisan kuliner nusantara berarti ikut menjaga pula warisan budaya yang berbentuk hasil olahan bahan pangan. 

Traveloka Eats, Panduan Wisata Kulineran yang Recommended

Informasi mengenai tempat makan atau tujuan wisata kulineran sebenarnya bisa didapatkan dari banyak sumber. Bisa jadi digetoktularkan melalui obrolan dari mulut ke mulut. Namun banyak juga yang berawal dari  kemajuan teknologi, yaitu melalui aplikasi. 

Sebut saja Traveloka. Aplikasi ini pada  awalnya hanya saya manfaatkan untuk mencari tempat nginep yang sesuai budget saat lagi pengen dolan alias jalan-jalan. Selain itu, saya gunakan juga untuk memesan tiket. Ternyata makin hari, jenis layanan yang diberikan Traveloka semakin lengkap.

Baca juga : Jadikan Jogja Sebagai Destinasi Wisata Pilihan, dan Jadikan Liburan Berkesan dengan Traveloka Xperience

Belum lama, saya meng-update aplikasi ke versi terbaru.  Saya lihat, ada fitur baru  berlogo sendok dan juga garpu, Traveloka Eats. Penasaran dong, menu-menu seperti apa yang ditawarkan Traveloka Eats ini. Ternyata seru dan sangat membantu.

Traveloka Eats, berada di pojok kanan atas



Tinggal memilih, sesuai kebutuhan



Secara garis besar, menu  terbaru dari Traveloka ini memang beneran memanjakan para penikmat wisata kulineran. Betapa tidak? Di dalam salah satu fiturnya, saya bisa memilih tempat makan atau resto sesuai apa yang dimau. Ada fitur Search yang bisa  saya gunakan dan  tinggal menyesuaikan dengan selera makanan dan juga lokasi terbaru. Selain itu, ada pilihan juga apakah saya mau mencari  yang terdekat (secara lokasi), yang ramah di kantong, atau yang buka 24 jam.  
Kota-kota yang sudah bisa menikmati fitur Traveloka Eats

Setelah menemukan target, informasi lebih lanjut bisa langsung dicari. Misalnya bagaimana suasana resto, menu-menu yang ada, plus rate harga juga. Ya, gimana-gimana kan tetep kudu menyesuaikan dengan kondisi dompet. Misalnya saya membutuh informasi tambahan, di sini saya menemukan banyak artikel dari para food blogger yang tentunya sangat membantu. Apalagi, kalau posisi memang benar-benar berada di daerah baru.

Butuh booking tempat makan dengan segera? Bisa ternyata. Tinggal telepon saja resto atau tempat makan yang dituju, karena informasi memang dilengkapi nomor telepon, jam operasional plus ulasan dari para konsumen sebelumnya. Kitapun bisa juga lho nulis ulasan di sini.

Rejeki banget itu, buat yang sudah bisa menikmati Treats by Traveloka Eats. Sayangnya fasilitas ini baru bisa dinikmati di Jakarta.  
Treats by Traveloka Eats, saat ini baru bisa dinikmati di Jakarta

Treats adalah fitur terbaru Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mendapatkan promo dan diskon di tempat-tempat kulineran yang terdaftar di Traveloka Eats.  Cara pemakaiannya pun gampang, pertama pilih deals dari resto favorit, kemudian datang ke restoran, baru kemudian bayar dengan Treats dan pilih metode pembayan yang akan dipake. Setelahnya, tinggal menikmati kemudahan yang diberikan! Jadi, sudah siapkan untuk berburu #PengalamanMengenyangkan dan menyenangkan?

6 Februari 2020

Wajib Tahu; Model Hijab Untuk Si Wajah Lonjong Agar Terlihat Lebih Cantik

Februari 06, 2020 2 Comments
Tips-berhijab-untuk-wajah-lonjong
Image : Pixabay.com


Peringatan World Hijab Day baru saja berlalu. Dan diakui atau tidak, saat ini jumlah perempuan muslim yang menggunakan hijab dalam kehidupan sehari-hari semakin banyak. 

Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “penghalang atau penutup. Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya—Wikipedia

Di Indonesia sendiri,  satu dekade terakhir perkembangan fashion hijab bisa dibilang menakjubkan. Selain peningkatan angka secara kuantitas, penggunaan saat ini hijab tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban untuk menutup aurat,  namun juga sudah menjadi semacam trend dalam dunia fashion. Di sini, penggunaan  hijab tidak sebatas pertimbangan menutup aurat semata, namun bagaimana menjadikan “meskipun sudah tertutup, namun tetap nyaman untuk dilihat”


Berbagai gaya dan style hijab pun lahir, mulai yang terlihat praktis sampai yang berlapis-lapis. Mulai dari model segitiga, bergo, pashmina, scarf, sampai hijab berlengan. Penyesuaian-penyesuaian  saat pemakaian hijab pun diterapkan, misalkan disesuaikan dengan kepribadian, acara/kepentingan, dan juga bentuk wajah si pemakainya.

Memilih Gaya Hijab Sesuai Bentuk Wajah, Mejadikan Kecantikan Makin Terpancar


“Bahan sudah pilih yang mahal, warna juga oke..tapi kenapa terlihat biasa saja ya, saat diaplikasikan?” 

Pernah nggak ngerasain hal seperti itu? 

Kalo iya, bisa jadi ilmu yang mesti kita pelajari masih kurang, yakni tentang menyesuaian model hijab dengan bentuk muka kita.

Memangnya seberapa penting menyesuaikan model hijab dengan bentuk muka? Balik lagi, tergantung orangnya. 

Tapi menurut saya, ilmu tentang ini penting dikuasai hijaber. Logikanya, ketika tampilan muka kita menjadi (lebih) enak dilihat, yang senang kan dua pihak; yang melihat dan yang dilihat. 

Secara garis besar ada beberapa bentuk wajah yang kita kenal, yaitu  bentuk wajah bulat, bentuk wajah lonjong, bentuk wajah tirus, bentuk wajah kotak, dan bentuk wajah segitiga. Dari semua bentuk wajah tadi, rata-rata menjadikan bentuk wajah oval (lonjong) sebagai bentuk ideal.  Model hijab untuk wajah lonjong ini paling banyak dan beragam, karena bentuk muka yang cenderung paling mudah untuk ditata. Meskipun begitu, bukan berarti si pemilik muka lonjong lantas tinggal pakai dan selesai, karena ternyata ada tips-tipsnya juga agar kecantikannya terpancar optimal

Tips Sederhana Untuk Hijaber Bermuka Lonjong

Sebenarnya, pemilik muka lonjong ini tergolong beruntung, pasalnya model hijab yang dikenakannya bisa lebih bervariasi. Meski begitu, ada beberapa tips agar tampilanmu makin menawan

Pemilihan inner atau dalaman hijab. Sebaiknya, pilih inner atau dalaman yang menutupi sebagian dahi hingga sedikit di atas alis, Tujuannya tentu saja agar bagian wajah yang lonjong terlihat lebih padat dan proporsional. Jadi wajah lonjong yang terlalu panjang bisa disamarkan.

Pilih bahan jilbab yang tebal. Ini akan menjadikan tampilanmu terlihat lebih berisi. 

Selain itu, kamu bisa membentuk pemakaian hijab dengan lipatan sisi yang membuka rahang. Tujuannya tentu saja untuk membuat wajah terlihat sedikit melebar ke samping. Sebaliknya, hindari  model atau penggunaan hijab yang terlalu mancung. Model hijab ini justru akan memberi kesan bentuk muka yang kecil dan memanjang.
Seandainya rambut kamu panjang, jangan ikat rambutmu tinggi-tinggi. Ikatan rambut yang lebih tinggi dari tinggi kepala akan mengesankan muka semakin lonjong.

Style hijab yang bagus untuk diaplikasikan ke pemilik wajah lonjong diantaranya:

Turkish Style Hijab
Ciri khas model ini adalah dalaman ciput yang dipasang menutupi sebagian dahi.

Style hijab layer
Tutorial hijap dari hijabyuk.com



Style hijab pashmina dengan layer ini bertujuan untuk menambah kesan berisi untuk wajah lonjongmu. Kamu bisa menata layer pashmina sesuai dengan keinginanmu,misalkan untuk acara formal, semi formal, maupun casual



4 Februari 2020

Saya, Bunga, dan Taman Begonia

Februari 04, 2020 12 Comments


Perempuan, tapi tidak paham tentang bunga. Siapa itu? Saya..ha..ha. Tapi tempo hari saya maen ke  Taman Bunga Begonia, Lembang. Tumben kan? Tentu adalah cerita dibaliknya. 



Sedari kecil, saya memang tidak terlalu suka bunga. Benda-benda yang bermotif bunga, saya anggap terlalu perempuan...dan itu bukan saya banget. Bahkan  saya ingat, jaman kuliah ada teman yang komentar "Aku bayangin kamu bawa bunga, kok wagu (ga enak dilihat) ya... " Bha..ha..ha. 

Itu juga yang menjadikan ilmu saya tentang perbungaan nggak pernah nambah. Tau jenis bunga ya bunga-bunga yang umum saja, misal bunga mawar sama melati. Jangan tanya tentang berbagai varietas anggrek atau bunga-bungaan yang nyebutnya susah di lidah,  karena  saya nggak paham, dan belum tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh. Entahlah, saya lebih tertarik dengan bunga-bunga liar, tanaman buah, dan juga tanaman sayuran.

Baca Postingan lama saya Tentang Mimpi

Balik ke cerita, kenapa saya bisa "nyasar" ke taman bunga Begonia

Jadi, beberapa hari yang lalu saya sempat dolan ke Tangkuban Perahu. Atas "provokasi" kakak dan juga kakak ipar yang memang pencinta bunga, mampirlah kami ke Taman Bunga Begonia. Sekalian jalan juga sebenarnya, karena Tangkuban Perahu dan Taman Begonia berada dalam satu jalur.


Apa Menariknya Taman Bunga Begonia, Lembang?

Sesuai namanya, maka Taman Begonia berkonsep taman bunga. Ada cafenya juga. Tiket masuk per Januari 2020 kemarin, 20 ribu rupiah per pengunjung. Flat, dewasa dan anak-anak tarif masuknya sama.

Setelah membeli tiket yang berbentuk gelang kertas, memakainya dan kemudian masuk ke dalam,   maka siap-siap saja berdecak kagum dan membelalakkan mata begitu sampai kedalam.

Mata akan dimanjakan oleh hamparan bunga warna-warni  yang ditata apik. Tidak hanya tanaman, tapi juga beberapa pernak pernik pemanis seperti beberapa patung dan juga barang-barang properti foto lainnya.

Surga banget, terlebih untuk yang suka berfoto dengan background cantik dan menarik.

Cantik kan? Bisa dijadikan obyek foto, background, atau sekedar dinikmati keindahannya secara langsung

Bisa dikatakan Taman Begonia ini termasuk taman bunga yang ramai pengunjung, apalagi dihari libur. Jadi kalau untuk urusan foto-foto an, mesti tahu diri. Nggak lama-lama di satu spot, dan kudu rela antri. 

Tapi klo sekedar untuk datang, jalan-jalan mengamati bunga yang cantik bermekaran..itu mah bebas. Mau seharian juga bisa. Tapi sayangnya nggak banyak space kosong yang bisa dipake sekedar leyeh-leyeh sembari menikmati suasana di sini. Porsi terbesar adalah aneka tanaman dan bunga-bunga untuk pepotoan.

Selain minimnya space kosong untuk bersantai, fasilitas lain yang menurut saya butuh ditambah adalah sarana toilet. Jumlahnya masih terlalu sedikit dibanding jumlah pengunjung yang bisa dikatakan berjejal. 
Alya da Raka yang kegirangan nemu kerbau, padahal cuma patung (tapi ada tulisan boleh dinaiki kok)

Kakak dan kakak ipar

Anyway,  meski nggak ada bakat feminim-feminimnya, gara-gara mampir ke Taman Begonia saya punya koleksi foto bunga-bunga cantik plus koleksi selfie dengan background yang "agak-agak" perempuan. 

Lokasi Taman Bunga Begonia Lembang


Follow Us @soratemplates