CoretanBunda

Personal & Lifestyle Blog

2 November 2016

Candi Sukuh; Ketika Pesona Alam dan Peninggalan Budaya Berpadu.

"Ogah ah..panas"! Biasanya itu komentar standar kalau ngomongin tentang wisata candi. Saya termasuk di dalamnya, tentu saja itu hasil pengalaman kunjungan ke beberapa candi yang ada di Jogja. Meski area seputaran candi rata-rata sudah dipenuhi pohon perindang, tapi untuk ke bagian inti candi tetep aja harus berkompromi dengan sengatan terik matahari.


Tapi, stigma kalau wisata candi itu panas plus nggak asyik runtuh setelah edisi jalan-jalan ke kompleks Candi Gedhong Songo beberapa waktu lalu. 

Bisa baca ini dulu

Sekilas tentang Candi Sukuh
Ngomongin tentang Karanganyar, Jawatengah biasanya otak saya nyambungnya langsung ke Tawangmangu alias air terjun Grojogan Sewu. Padahal aslinya, Karanganyar masih nyimpen juga tempat wisata sejarah yang keren, namanya Candi Sukuh. 

Secara lokasi, Candi Sukuh berada di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar Jawa Tengah, sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Karanganyar. Karena berada di lereng gunung Lawu, maka maklum saja  kalau untuk sampai ke sana harus melewati berpuluh tanjakan dan kelokan tajam. Harus ekstra hati-hati juga, karena ruas jalan yang relatif sempit. Tapi jangan khawatir, ketegangan selama perjalanan, akan terbayar saat melihat  perkebunan teh yang hijau menghampar.




Kembali ke Candi Sukuh. Dari sisi historis, sejarah mencatat bahwa candi ini dibangun oleh masyarakat Hindu Tantrayana pada era kerajaan Majapahit, dan merupakan candi termuda dalam pembangunan candi di bumi Nusantara. 

Masyarakat banyak menyebut candi ini sebagai candi saru alias porno. Iya, soalnya di candi ini banyak sekali relief-relief dan patung-patung yang menggambarkan alat kelamin wanita dan laki-laki secara jelas. Kalau orang dewasa ngeliatnya, paling senyum-senyum malu. Kalau anak kecil, nggak tahu deh..kayaknya mereka belum paham.


Secara garis besar, ada tiga teras yang dimiliki candi Sukuh. Teras pertama, merupakan pintu masuk dan gerbang utama. Teras kedua, terdapat gapura rusak dengan patung penjaga di sisi kanan dan kiri candi. Teras ketiga, merupakan teras utama, dan di sinilah candi utama berada.


Sebuah mitos unik, hidup di Candi Sukuh ini. Konon, ada sebuah anak tangga yang bisa dijadikan alat pengetes keperawanan atau keperjakaan. Teknisnya, si Gadis atau Perjaka suruh melompati tangga tadi. Kalau kainnya lepas atau robek, berarti udah nggak perawan. Nah..kalau si cowok jadi terkencing-kencing, berarti sudah nggak perjaka lagi. Hi..hi, untuk soal beginian kalau saya sih mending percaya sama alat kedokteran dan modal kejujuran.

Menikmati candi sukuh, paling asyik di pagi atau siang hari. Banyak spot-spot menarik yang bisa dijadikan background untuk yang suka berselfie ria. Tapi kalau saya boleh usul, nggak usah pake latar belakang arca yang saru ya, malu..


Lapar pasca menyusuri area candi seluas 5500 meter itu lumrah. Apalagi ditambah udara dingin khas pegunungan yang sering membuat perut lebih cepat merasa keroncongan. Nggak perlu khawatir, karena nggak begitu jauh dari  candi Sukuh ada sebuah rumah makan yang alami banget. Rugi kalau nggak sekalian mampir.




Sudah punya agenda untuk week end awal bulan ini? Jalan-jalan ke Karanganyar aja yuk!


6 comments:

  1. Belum pernah ke situ. iya, dari dulu selalu dikenal sebagai candi saru.

    ada guide-nya ga lis di sana?

    ReplyDelete
  2. Kira-kira ada ceritanya gak kenapa banyak arca yang saru?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konon katanya..candi itu dipake buat ruwatan mbak. Tapi kenapa kmudian yang muncul adalah simbol lingga dan yoni.. Entahlah. 😀

      Delete
    2. Sepertinya lambang sih mbak.. ( hasil googling,alat kelamin lambang kekotoran, keburukan) sementara diduga tmpat ini dulunya dipake untuk ritual pembersihan diri/ruwat.

      Delete
  3. Wuihh foto yang terakhir itu pemandangannya bagus sekali ya mbak Sulis, seperti lukisan!

    Bagus juga tempatnya ya mbak dan nggak ada kesan panas karena berada di lereng gunung. Jadi mupeng nih :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin