CoretanBunda

Personal & Lifestyle Blog

4 June 2016

Saatnya Bijak Menyikapi Kemajuan Teknologi


Sumber www.pixabay.com
Seharian tadi jaringan listrik di tempat saya mengalami pemadaman. Entah apa sebabnya. Tapi yang jelas, hanya dengan dua kata, yakni  LISTRIK PADAM..imbasnya banyak banget. Setrikaan jadinya numpuk, air di tampungan habis, hingga ibu mertua milih manyun gara-gara nasi di magic com jadinya dingin. Itu baru dari ranah keluarga saja, belum masuk ranah dunia usaha yang maha luas. Berapa banyak pekerjaan yang akhirnya tidak tertangani gara-gara padamnya listrik. 

Kalau sudah begitu jadi sadar kan betapa sebuah penemuan atau teknologi baru itu banyak banget pengaruhnya. Coba deh..seandainya saya  disuruh balik ke era nya lampu petromaks, setrikaan arang, maupun penanak nasi manual, bersediakah? Untuk tempo yang singkat, mungkin masih bisa tapi kalau dalam waktu yang lama...haduhhh..berat!

Seiring kemajuan jaman, kemajuan teknologi memang tak lagi bisa dibendung.   Dulunya, para pengguna disket (ha..ha, termasuk saya) mungkin nggak akan mbayangin kalau  tidak sampai 10 tahun berikutnya akan lahir media penyimpan dengan bentuk yang lebih mungil, nggak gampang rusak, tapi bisa menyimpan data yang sedemikian banyak.  Mirip sebuah dompet wanita serbaguna, satu tapi bisa muat untuk semua. Jadi kepikiran, flashdisk 10 tahun mendatang seperti apa bentuk dan dengan berapa kapasitas penyimpanan data ya? *mari kita bayangkan.

Itu baru secuil dari begitu banyak aspek kehidupan manusia yang berubah dengan lahirnya teknologi.

Saya seorang ibu. Stay at home mom yang setiap hari akrab dengan urusan rumah, beres-beres baju, dengan alokasi waktu  terbesar bersama anak-anak. Tempo hari, saat jemput anak, sesama orang tua, kami ngobrol tentang nilai-nilai UN tingkat SD, di Jogja khususnya. Fantastis! Saat ini,  banyak sekali anak-anak yang memiliki rata-rata skor ujian mendekati 10. Jamannya saya SD mah, langka.


Sebuah  kemajuan dalam bidang pendidikan, yang tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi, entah itu teknologi dalam bidang pengajaran, maupun kemampuan teknolologi informasi yang dikuasai anak. Buku Sekolah Elektronik , materi-materi pelajaran yang bisa diunduh cepat dengan mudah, mana ada dalam kamus belajar anak-anak SD jamannya saya.  Kesimpulannya adalah, dalam pemakaian yang benar, teknologi akan benar-benar menolong dan meringankan. 


Itu sisi positifnya. Sisi  jeleknya, salah pemakaian, teknologi juga mampu merusak tatanan masyarakat. Cyber crime, penipuan  marak dengan modus yang semakin kreatif, pornografi dan pornoaksi, disadari atau tidak, merupakan efek kemajuan teknologi. Yup, modernisasi, kemajuan teknologi bagaikan dua sisi mata pisau; pinter-pinternya kita makai, mau dipakai hal yang bermanfaat, atau justru difungsikan sebagai senjata yang membahayakan.

Lepas dari teknologi? Nggak bisa, memangnya mau kembali ke jaman hidup dalam gua? Solusinya, kembalikan keluarga sebagai wahana pendidikan yang pertama dan utama. Nggak mudah, tapi pasti bisa.
Sumber www.pixabay.com

Sebagai rakyat jelata, emak-emak biasa, langkah sederhana yang bisa saya lukakan adalah belajar bijaksana dalam menyikapi kemajuan segala macam teknologi. Aktif, tapi tetap kritis dan selektif. Dalam kaitannya dengan kehidupan anak-anak, saya suka metode pengasuhan anak yang mengarahkan, membebaskan, tapi tetap memantau. Ibarat seekor ular, dilepas kepalanya, tapi tetap pegang ekornya. Untuk kemajuan teknologi yang terus berlari...kami menikmati, tapi kami tetap akan menyeleksi.


****

Postingan ini disertakan dalam Giveaway "Dampak Teknologi Bagi Kehidupan Sehari-Hari" yang diselenggarakan oleh IDcopy.net dan www.Eliska.id

5 comments:

  1. Ga kebayang kalau gak ada teknologi ya... Lebih repot dari sekarang

    ReplyDelete
  2. Udah technology minded dirumah krn tugas sekolah smp UN sudah CBT. :))

    ReplyDelete
  3. saya juga masih sempat ngerasain tuh Mba pake disket floppy A, gampang banget terkena virus, hehehe :D

    gak kebayang yah Mba kalo gak ada teknologi, entah bagaimana kehidupan kita kini :)

    ReplyDelete
  4. Kita harus bijaksana juga menyikapi teknologi ini ya, mbak Sulis. Listrik misalnya, tetap harus kita hemat meskipun kita bisa bayar tagihan berapapun jumlahnya.

    Memang sih mbak, kalau kondisi sudah enak modern dan maju jadi ogah mundur lagi ya :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin