Personal & Lifestyle Blog

13 June 2016

Masjid dan Bengkung Ibuku

Masjid yang 25 tahun pertama menemani hidup saya, sebelum akhirnya pindah domisili ikut suami

Masjid=bengkung? Tentu saja tidak. Mereka benda yang berbeda, posisi yang tak sama, tapi menurutku ada kemiripan antar keduanya. Namanya Baiturrahman, dan masjid ini berdiri kokoh diantara  ratusan hunian ummat pedesaan,   pada salah satu kampung di Kabupaten Bantul.

Seperti bengkung ibu yang panjang, masjid ini pun pasti memiliki sejarah yang panjang. Berawal dari bentuk bangunan yang paling sederhana, beberapa kali renovasi hingga bentuk bangunan yang seperti saat ini, kata Bapak, usianya sudah bukan angka puluhan lagi, tapi sudah ratusan tahun.

Ibu selalu menyematkan apa yang ia punya ke dalam bengkung; bak kantong ajaib Doraemon yang bisa menyimpan apapun. Sama dengan fungsi masjid di kampung ini: serbaguna. Di sini lah puluhan anak mengenal huruf Alqur'an untuk pertama kali, bersujud menghadap-Nya 5 kali sehari,  memperdalam ilmu agama bersama Pak Kyai, dan bahkan ketika ada berita dukacita pun, masjid inilah pusatnya informasi.

Tadarus, adalah salah satu kegiatan di masjid ini saat ramadhan

Seperti bengkung yang tiap hari setia melilit di pinggang ibuku, bagi masyarakat desa, masjid adalah tali pemersatu. Di sinilah mereka tiap hari akan bertemu, menjalin relasi vertikal dengan-Nya, dan juga menjaga hubungan sosial antar sesama warga.



Catatan: bengkung, adalah kata lain dari stagen, yakni sabuk kain berukuran panjang, biasanya digunakan perempuan Jawa untuk mempertahankan kesingsetan pinggang ataupun mempererat lilitan kain jarit pada tubuh. 




Jumlah kata : 204 kata


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis: 1001 kisah Masjid



 

19 comments:

  1. Istilah bengkung baru kali ini aku denger,
    Ngertiku stagen ki kendit mb hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Podho Nit..sama. Bengkung, kendit, stagen...beda penamaan, mngkin krn beda daerah.

      Delete
  2. Kalau bengkung disini buat ibu yang baru melahirkan mbak, kata emak ukurannya lebih panjang dari stagen.

    Orang jaman dulu selalu pake lengkap dengan kebaya semriwingnya dan apa aja pasti di selipin di situ

    Eh ini kok malah fokus di bengkung bukan di masjidnya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba...klo jaman dulu, semakin panjang semakin nyaman, soalnya kenceng. Klo angkatan ibu2 saya yang sudah sepuh...masih tlaten ubat-ubet pake gituan...meski nggak habis lairan. Katanya klo korset yang lebih simpel dan praktis, lebih mudah

      Delete
    2. Korset lebih mudah, tapi kurang mantep.

      Delete
  3. Saya masih belum terlalu mengerti mbak tentang bengkung mungkin dikarenakan saya baru mendengarnya jadi belum mengetahui artinya apa.

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Terimaksih mas..sudah mampir dan meninggalkan jejak

      Delete
  5. Saat membaca judulnya, saya masih belum ngeh. Mulai membaca paragraf demi paragraf belum juga paham apa itu bekung. Barulah di akhirnya saya tahu, "Ooo.. itu toh namanya bekung." *)Maklum, saya bukan org Bantul asli. :))

    ReplyDelete
  6. di daerahku juga selalu ada tadarusan di masjid setiap ramadhan Mba Sulis, tapi sayangnya sekarang saya nggak pernah bisa ngikutin kegiatan itu lagi :(

    sebenarnya mau komen tentang bengkung juga, tapi diatas udah banyak yang komen tentang itu. makasih Mba Sulis, membaca tulisan ini saya jadi tahu satu kosa kata lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin di Makasar, ada bengkung juga ya mbak..tapi jadinya beda nama. Sekedar analogi juga kok mbak..
      Makasih mbak ira..ayuk, ikut GA ini juga..☺

      Delete
  7. Tadinya saya gak ngeh bengkung itu apa...oalah stagen...

    Bener juga sih analoginya...masjid bsa mempererat ikatan sosial dan akidah...

    Sukses lombanya mb :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he, karena perempuan sekarang sudah pada nggak tlaten pke bengkung :-) iya, bnr rin... Di desa, peran masjid itu lebih besar. Tidak sekedar tempat sholat semata, tapi bnyk bnget yang bisa dilakukan melalui masjid.
      ☺ makasih rin..sudah mampir

      Delete
  8. Ternyata ada juga hubungan antara masjid dan bengkung ya, mbak Sulis. Sama-sama sebagai tempat serbaguna, apapun bisa disimpan dan dilakukan disana :)

    Semoga sukses GA nya ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, pesan itu yang ingin kusampaikan mbak. Bener banget.

      Terimakasih mbak anjar..ayuk ikut GA ini juga

      Delete
  9. Waduh.. Bengkung/stagen sama-sama asing..
    Kira2 bahasa sunda nya apa ya...

    ReplyDelete
  10. bengkungnya sukses bikin penasaran lis. good luck ya. kalau menang, belikan ibu bengkung *eh*

    ReplyDelete
  11. Saya sudah datang ke sini dan membaca tulisan ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut meramaikan Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid di blog saya
    Semoga sukses.

    Salam saya

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin