Skip to main content

[REVIEW] Sing-Py: Single Happy

Judul Sing-Py: Single Happy 
Penulis. : Dedew ( @dewirieka) 
Penerbit. : Loveable
 ISBN. : 978-602-72905-5-6
 Tebal. : iv+208 hlm; 12,7x19 cm



SINOPSIS
Cerita berawal dari tokoh Rania, seorang janda muda yang kecewa dengan yang makhluk bernama Anto, Sang mantan suami. Pengalaman berumah tangga yang hanya seumur jagung, rupanya meninggalkan luka mendalam bagi dirinya. Lepas dari Anto, Rania punya visi- misi khusus; mencetak perempuan- perempuan tangguh yang tidak boleh sama sekali bergantung laki- laki. Melalui lembaga pendidikan? Ha..ha, bukan, tapi melalui rumah Kost, alias kost- kost an.

Bisa mendapatkan tempat kost dengan fasilitas bagus, nyaman dan strategis, tapi dengan harga murah, tentu harapan banget bagi pelajar, mahasiswa, ataupun karyawan yang masih fakir dalam hal tempat tinggal. Nah, kost Rania punya itu semua. Tapi harus ada syarat utama yang mesti di penuhi oleh para (calon) penghuninya, yakni JOMBLO alias single. 

Proses seleksi unik pun dilakukan Rania, hingga terkumpulah para penghuni kamar kos yang memenuhi syarat. Sepuluh perempuan, untuk tujuh kamar yang ada. Ada Nabilla, mahasiswi yang agamis, Gilian ABG yang banyak diidolakan para cowok, Hana si penulis, Gani feminis sejati, dan enam cewek lain. Sebelas  (plus ibu kost) perempuan dengan latar belakang umur, ekonomi, dan pribadi yang berbeda pastinya akan melahirkan cerita kehidupan yang menarik. Akan ada banyak kisah tercipta, dan membuatnya kaya warna! 

Lantas setelah berhasil terpilih sebagai anggota kost JOMBLO, apa ya benar para cewek ini lantas bertahan dengan nyaman pada status "jones" mereka? Ini nih...salah satu petikan dialog dalam novel ini: 

" Ya bukan begitu, Gan. Semandirinya perempuan, tetep aja butuh makhluk yang namanya cowok. Apalagi udah seuzur Tahlia" 

Berderet- deret aturan yang diterapkan Rania, apa lantas efektif untuk membatasi para cewek ini untuk berdekatan dan menjalin hubungan dengan para cowok? Temukan jawabannya, dengan membaca novel ini yaa...tentunya dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat- singkatnya.

 REVIEW 

Novel ini menghibur. Bahasanya yang digunakan juga ringan, mengalir, dan meremaja. Nggak perlu buka- buka kamus ilmiah, apalagi mengerutkan kening saat membaca buku ini -- yang ada justru senyum-senyum atau bisa ketawa ngakak melalui banyolan- banyolan gokil para tokoh. 

Tapi bukan berarti novel ini ringan tanpa bobot. Saya sih seneng dengan beberapa quote yang disertakan: 

Pacaran itu nggak penting. Menghalangi cita-cita. Cowok itu pesaing. Lengah sedikit, kita kalah. 

Jadi jomblo itu nggak mengerikan, karena jomblo itu bebas merdeka. Meski terhalang dompet tipis pas tanggal tua. 

Tokoh yang dihadirkan dalam novel ini menurut saya juga cukup banyak. Sebelas tokoh utama, plus beberapa tokoh tambahan. Efeknya? Jadi sering lupa -- tapi mungkin karena faktor U saya juga kali yaa -- ini si Gilian yang seperti apa, atau Roro ini yang pekerjaannya apa...atau yang mirip- mirip syahrini Tahlia atau Vanesa? Untungnya, dibagian awal ada pengenalan masing- masing tokoh plus ciri dan juga karakter masing- masing. Jadi kalau pas mbaca tiba-tiba kok ngerasa ada jalan cerita yang berasa jumping...bisa buka halaman awal lagi. Kenalan lebih dekat dengan para tokoh- tokohnya :-) 

Mengambil setting cerita yang sesuai dengan kota asal penulis, yakni Semarang mendatangkan keuntungan. Novel ini terkesan menguasai medan. Lokasi- lokasi yang berhubungan dengan tempat kejadian perkara digambarkan secara detail. Bagi yang pernah ngrasain menjadi bagian dari kota Semarang, apalagi nge- kost, buku ini bisa jadi obat kangen. Pokoknya yang langsung kebayang adalah masa- masa indah dan menggelikan selama jadi anak kost! Bagi yang masih buta dengan Semarang? Lumayan kok, jadi dapat pencerahan dengan membaca novel ini. 

Dari sisi editing cukup rapi. Ada beberapa tipo, tapi sangat sedikit dan sama sekali tak merusak arti maupun pesan yang ingin disampaikan. Pada dasarnya, novel ini layak banget dimiliki terutama kaum Jomblo-ers terutama kaum hawa. Biar nggak merana dan makin pe de aja...bahwa jomblo pun bisa produktif, kayak para cewek yang tinggal di kost an nya ibu Rania. 

Ah...ndak kerasa dah week end lagi...Ada yang punya niatan week end ke Kost Jomblo eh... toko buku? Semoga aja ni novel sudah mejeng manis di toko buku kesayangan. Atau kalau belum nemu, bisa colek langsung penulis atau penerbitnya via twitter @dewirieka atau @loveableous. Lha..kok saya bisa punya novel cakep ini? Gratisan dong, menang kuis gitu lho :-D

Comments

  1. Berarti rania kurang lebih seumurang dunk ma anak kosnyah

    ReplyDelete
  2. beruntungnya mbak Sulis mendapatkan buku ini secara gratis... :)

    ReplyDelete
  3. Aahhh mupeng buku gratisnya *ekh :P

    ReplyDelete
  4. Waah, jadi penasaran neh untuk membaca detail "perjuangan" ibu kost yang bernama Rania :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin