Personal & Lifestyle Blog

15 August 2015

Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka; Menunggu Era Bangkitnya Lagu Anak-Anak,

Prihatin atau seneng ya...kalau ponakan yang tinggal di sebelah rumah seneng nyanyi. Duduk di depan pintu, nyalain musik via hape kakaknya, trus ikutan berdendang. Senengnya....yaa, kali aja ada bakat seni. Prihatinnya...lagunya itu lho...lha kok "cinta satu malam", padahal umur juga masih 5 tahun-an. 

Untung anak-anak saya belum ketularan virus nyanyiin lagu-lagu dewasa. Kalau Raka, kayaknya memang nggak suka nyanyi semenjak SD ini. Adiknya saja yang sudah mulai kemayu..senengnya niruin lagu sambil joget-joget. Untunglah, sampai hampir menginjak usia 3 tahun ini, selera Alya masih tertib. Sepanjang yang saya dengar, meski kadang pelafalan dan nada jadi jauh dari versi aslinya...tapi masih di jalur lagu anak-anak.

Ini alya nyanyi..micnya pake mainan


Kembali ke anak kecil yang suka nyanyiin lagu dewasa, hal tersebut sekarang menjadi fenomena yang jamak tho..? Kalau saya sih risih dengarnya...tapi ya nggak trus mengeneralisasi semua lagu dewasa nggak pantes buat anak-anak. Tapi kalau udah yang model liriknya vulgar gitu...aduhhh... 

Trus gimana dong? Yang pasti...anaknya sih nggak salah. Sangat mungkin dia malah nggak ngerti arti dari syair lagu yang dinyanyikan. Faktor yang paling penting lingkungan. Kalau yang saban hari di dengarnya lagu dewasa, pastinya ikut-ikutan juga. Media massa menurut saya, berpengaruh banget. Sangat jarang sekarang ini nemu media dengan program atau tayangan lagu anak-anak? Eh...beberapa radio ada...tapi lagunya itu-itu juga. Televisi yang deket dengan anak-anak, bisa dibilang nihil tayangan klip lagu anak. Pernah nonton kids choice award GlobalTv? Konon ini merupakan salah satu acara rutin tahunan, dengan segmen anak-anak, tapi hampir semua bintang tamunya penyanyi dewasa ..dengan lagu-lagu mereka tentunya. 

Untuk Raka-Alya...semenjak kecil, saya dan ayahnya memang banyakan ngalah. Kalau waktunya anak-anak aktif...yang diputerin hampir selalu lagu dan film anak-anak. Dimobil pun ada satu keping CD copian lagu anak-anak dari berbagai sumber. :-) Entah hiperbolis atau tidak.....menurut saya kok industri rekaman untuk genre lagu anak-anak beberapa tahun terakhir seakan mati suri yaa..?

Jamannya saya kecil...ada Papa T Bob yang begitu produktif nyiptain lagu anak-anak. Ada Tasya, Puput Melati, Melissa, Enno Lerian, Trio Kwek-kwek, Joshua, Cikitha Meidy, Ria Enes ....yang rajin nongol di layar Tv, meski dulu adanya cuma TVRI. Untuk versi religi, dulu penyanyi paling ternama di jaman saya Sulis dan Hadad Alwi. 

Sekarang? Mau niat beliin vcd lagu anak-anak, kok ya nemunya masih itu-itu juga. Lagu yang sama, penyanyinya saja yang kadang asal comot dengan video klip sekenanya. Bahkan lagu-lagu di Eranya Raka, nyaris sama dengan lagu Alya dan juga emaknya... Giliran nemu Vcd lagu anak-anak baru, yang nyanyi anak-anak, tapi versi dangdut-dangdut gitu. Model-model goyang oplosan atau bukak sithik joss. Nggak jadi beli. 

Memang salah ya, kalau anak-anak lebih akrab dengan syair-syair lagu dewasa? Mmm...menurut saya, vocabulary atau bahasa kan sesuatu yang akan terus melekat, teringat. Kalau sejak kecil kosakata yang di inputkan tidak pas...takutnya mereka akan menjadi generasi-generasi karbitan. Matang sebelum waktunya. Eh...bener nggak sih? Trus kayaknya bakal lucu aja...seandainya anak-anak yang sekarang masih diputerin lagunya Tasya yang imut, Trio Kwek-Kwek yang lincah, nantinya bakal tau....kalau idola mereka ternyata sudah gede, dewasa, bukan lagi seumuran mereka. 

Hmm...dulu, perfilman nasional pernah tidur panjang. Sekarang, masa kebangkitan itu telah datang, seiring munculnya sineas-sineas muda nan kreatif. Sebagai seorang ibu...boleh kan ya, kalau saya menaruh harap pada insan-insan musik, bangun dong, please! Ramaikan kembali industri musik anak-anak, dengan lagu-lagu yang sesuai usia dan perkembangan emosi mereka. MERDEKA!!

21 comments:

  1. aku ngalamin masa-masa artis cilik bertebaran dengan acara yang memang dikhususkan utk anak-anak... klo sekarang, hmmmm....ga ada space ya mb...kasian anak-anak jadi korban dewasa sebelum waktunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Space, sebenarnya bisa diusahakan klo menurut saya mb...cuma kepedulian kayaknya yang kurang....

      Delete
  2. Yuhuuu iya mbak, sayang anak anak sekarang minim hiburan yg pas buat umur mereka. :( btw saya pernah baca, ada website yg dibuat oleh pemerhati lagu anak2, beliau membuat sendiri lagu anak anak baru. Aduh saya lupa websitenya...mngkin bs kita googling bareng :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah nemu hasi googlingnya. Bagi donk? Eh...klo anak2 belanda gmn....? Ada lagu2 untuk mereka..? Ditunggu reportasenya yaaa..:-)

      Delete
    2. Eh malah baru baca komennya mbak. Selain di youtube ada juga situs http://www.marinyanyi.com/ Silakan dicoba.
      Setahu saya disini anak2 ada lagunya juga, ada yang saduran dari bahasa Inggris (Old McDonald has a Farm, Baa Baa Black Sheep), ada yang lagu bahasa Belanda sendiri. Ada juga semacam sajak berirama (bahasaku) hihi..

      Delete
  3. Iya ya, Kenapa ya? Keprihatinan tentang minimnya lagu anak-anak sudah lama ada, tapi hasil action-nya kok tidak kelihatan sampai sekarang ya? Hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo beraksi mb... Minimal untuk anak-anak kita sendiri....

      Delete
  4. Tapi banyak orangtua yang ngebiarin malah merasa lucu kalo anaknya nyanyi lagu dewasa ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang malah bangga juga lho mbak....padahal lagu yang bnrnya lebih pas untuk mereka kan juga masih ada...

      Delete
  5. Iya, lagu (yang memang untuk) anak2 kayaknya masih itu2 saja..sekarang bisa dikatakan hampir tidak ada lagu khusus untuk anak...sempat rada gemes/emosi waktu tau ponakan 2,5thn sudah tahu lagu "sakitnya tuch di sini" gara2 lagu itu dijadikan ringtone di hp mbak...
    ehm...terkadang masih perlu penyadaran bagi sebagian orang tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi..hi, dan semoga kita termasuk golongan orang tua yang sadar....:-)

      Delete
  6. jadi miris lihat anak tetangga hapal yang namanya goyang dumang, selimut tetangga, lagu romantisan.. tapi pernah nonton acara anak di TV loh, tapi luar negeri sih, yang high five itu lagunya kreatif buat anak - anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. High five ya Mak....wah, diriku blm pernah lihat. ... Nontone anak2 upin-ipin ma sopo jarwo...:-)

      Delete
  7. Iya nih, segitu banyak artis kreatif di negeri ini, lagu anak hanya hitungan jari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya e mb... Sherina aja udah gede....* kayaknya itu lagu anak2 paling akhir yang aku tahu...

      Delete
  8. aku stop musik bun. lagu2 itu cuma dr filmnya anak2. bahkn bapaknya anak2 juga kupaksa utk ga denger musik di rumah/mobil.

    etapi anak2 kulakan lagu dewasa dr luar. ya tetangga, ya tpt keramaian. yaaa...usaha, usaha.

    setuju sm mbak sari, bagus itu kyk hi-5, lagu2nya dlm rangka menceritakan suatu kegiatan, jadi ada konteksnya. di kita juga ada tuh hom pimpa, yg menurutku niru konsep hi-5. bagus juga asal ga kecolongan lagu pop yg setengah dewasa macam lagu film animasi princess yg ada adegan cinta2annya.

    wah panjang bgt ini komen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hom pimpa....oh, yo wis tau krungu mb....tp sing sering bnget promonya aksi bocah cilik....

      Yen aku stop 100% lagu dewasa blm bisa e mb....tp klo pas anak2 tidur...njur ganti channel...:-)

      Delete
  9. setuju nih, ayo bangkitkan lagi lagu anak2 kita, saya waktu kecil banyak acara yang isinya lagu2 anak, kalo sekarang banyaknya kartun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... Inget dulu ada acaranya agnes ma ferry ME.. Lagu anak2.... Tralaa...trilili...!

      Delete
  10. Bener Mbak. Jaman ngehitsnya cewek chibi2 dulu itu, murid2ku yg perempuan masih kelas TK dan kelas 1 SD. Tapi semua bisa nyanyiin lagu2 mereka sambil nari2. Jaman oplosan dan goyang Caesar, semua niruin. Apapun yg lagi hits di acar tivi yg banyak MCnya itu pasti anak2 bisa niruin. Ngelus dada bener :(.

    ReplyDelete
  11. Bahagia pernah ngalamin beli kaset anak-anak Mbok Jamu hehehe. Sekarang anak saya ya nyanyinya lagu anak tapi yang jadul macam Burung Kutilang, Mbak.
    Sometimes ada orang dewasa yg bangga kalau anaknya hafal lalu dangdut plus bisa joged. Katanya lucu.
    Dan di SD samping rumah, senamnya sambil diiringi lagu dangdut yang ada kata2 "badanku yang sexy"nya #gelenggeleng

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin