Personal & Lifestyle Blog

7 February 2015

Rambutan Oh Rambutan

gambar dari m.vemale.com
Awal bulan ini, selain salak pondoh dan durian, buah yang paling gampang dijumpai di daerah saya tinggal adalah rambutan. Tidak hanya di pasar tradisional, di toko-toko buah, bahkan rambutan mulai banyak dijajakan di pinggir jalan dengan menggunakan mobil pick-up sebagai media berdagang. Dasar saya ini penyuka rambutan, tentu saja fenomena ini saya sambut dengan hati gembira dan penuh suka cita:-)

"Nggak mau ah, makan rambutan...bikin sakit perut" atau "anak kecil jangan dikasih rambutan....kasihan, nanti batuk". Pernah mendengar pernyataan serupa? Aduh, padahal dua anak saya hobi makan rambutan, bagaimana nih....? Apa salahnya buah rambutan, hingga ia dianaktirikan? Dari hasil tengok sana-tengok sini, intip sana-intip sini, ternyata banyak sekali lho manfaat yang dimiliki sama buah imut ini.



Tak hanya kaya serat, rambutan ternyata banyak sekali mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Rasa manis rambutan nan segar, merupakan sumber karbohidrat dan protein untuk tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C, zat besi dan tembaga buah ini cukup tinggi, so sangat baik untuk kesehatan. Satu lagi nih...ternyata buah ini juga kaya akan fosfor yang bermanfaat untuk mengjilangkan berbagai racun yang terkonsentrasi dalam ginjal kita.

Oh..ya, selain bejibun manfaat diatas...ternyata juga nih, pohon...Ingat...POHON rambutan juga dimanfaatkan. Kalau yang ingin menghambat tumbuhnya uban alias rambut putih di kepala, daun rambutan yang kemudian diambil sarinya bisa kita oleskan ke kepala. Trus, biji rambutan yang biasanya cuma kita buang begitu saja, ternyata bisa sangat membantu menormalkan kadargula darah penderita diabetes. cukup kita sangrai, dibuat bubuk, tambahkan air, kemudian diminum. Weis, murah dan gampang kan? Kulit rambutan yang kita rebus pun...ternyata ada khasiatnya, yakni mampu mengatasi disentri dan juga demam.

Lah, trus kenapa tuh rambutan sering dihubungkan dengan sakit perut? Sebenarnya, efek ini akan muncul kalo buah yang kita konsumsi terlalu banyak plus kita nggak tlaten saat menikmati buah ini. Pada jenis rambutan tertentu, kulit biji yang kasar acapkali menempel pada daging buah. Nah, inilah tersangka utama yang nantinya bisa menimbulkan iritasi pada lambung. Solusinya, mungkin kita harus lebih tlaten saat mengkinsumsi buah ini. Satu hal lagi, seperti jenis buah berasa sangat manis lainnya, rambutan memang tidak direkomendasikan bagi yang menderita batuk, karena justru akan meningkatkan produksi lendir atau dahak. Tapi kalau sedang tidak ada gejala/keluhan batuk, rambutan AMAN.
sumber kr jogja.com
Amit-amit jabang bayi kalau membaca atau mendengar berita beginian. Sepertinya kabar seperti ini jamak terjadi saat musim rambutan datang. Kalau sudah seperti ini, kita hanya bisa mengambil pelajaran dibaliknya. Jangan membiarkan balita anda, sibuk sendiri dengan rambutan di tangannya. Selalu awasi dan pastikan, bahwa biji benar-benar terpisah saat sianak ingin menyantapnya. Pelajaran buat saya juga sebenarnya, terlebih para krucils saya yang begitu menikmati musim rambutan kali ini. So, setelah mbaca ini selanjutnya mau ke mana? Saya mbeliin keluarga rambutan dulu yaaa....:-)

5 comments:

  1. Nitip mak dibeliin, di Padang belum musimnya ^.^

    ReplyDelete
  2. Boleh mak...sini ambil gratis aja:-)

    ReplyDelete
  3. bener banget mak, sampe segede ini kalau saya batuk saya gak boleh makan rambutan lho hehehe...

    wah ternyata manfaat rambutan banyak juga ya... terima kasih infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw, ada pohon rambutan juga di Belanda? Ato ada rambutan versi Belanda?

      Delete
  4. kalau pohonnya gak ada, tapi kalau buahnya..uhm kayaknya pernah lihat di Toko Cina, atau yang sudah dikaleng. Selebihnya hanya leci :) enakan rambutan kalau saya hhehehehe

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin